Keuntungan adalah bagi yang berani menanggung RESIKO

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, 'Keuntungan adalah imbalan atas kerugian.'" (HR. Abu Daud no. 3510, An Nasai no. 4490, Tirmidzi no. 1285, Ibnu Majah no. 2243 dan Ahmad 6: 237. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan).

Bersikaplah Wara'

“Keutamaan menuntut ilmu itu lebih dari keutamaan banyak ibadah. Dan sebaik-baik agama kalian adalah sifat wara’” (HR. Ath Thobroni dalam Al Awsath, Al Bazzar dengan sanad yang hasan. Syaikh Al Albani dalam Shahih At Targhib wa At Tarhib 68 mengatakan bahwa hadits ini shahih lighoirihi)."

Rasa Takut Berbuah Taat

“Oleh sebab itu berikanlah peringatan karena peringatan itu bermanfaat, orang yang takut (kepada Allah) akan mendapat pelajaran, dan orang-orang yang celaka (kafir) akan menjauhinya. (Yaitu) orang yang akan memasuki api yang besar (neraka)” (QS. Al A’laa: 9-12).”

Doa Dzun Nuun (Nabi Yunus)

“Doa Dzun Nuun (Nabi Yunus) ketika ia berdoa dalam perut ikan paus adalah: LAA ILAAHA ILLAA ANTA SUBHAANAKA INNII KUNTU MINAZH ZHAALIMIIN (Tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Engkau, Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk diantara orang-orang yang berbuat aniaya). Sesungguhnya tidaklah seorang muslim berdoa dengannya dalam suatu masalah melainkan Allah kabulkan baginya.” (HR. Tirmidzi no. 3505. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih).

Waktu laksana Pedang

Jika kita tidak mampu memanfaatkannnya, waktu sendiri yang akan menebas kita. Semangatlah dalam memanfaatkan waktu luang Anda dalam kebaikan, bukan dalam maksiat. Karena jika kita tidak disibukkan dalam kebaikan, tentu kita akan beralih pada hal-hal yang sia-sia yang tidak ada manfaat..

Pages

Jumat, 13 Januari 2012

Krisis Ekonomi Itu Biasa (Pandangan Dalam Islam)


Di tengah gurauan dan canda, terselip pembicaraan serius seorang rekan mengenai kegelisahannya terhadap dampak krisis ekonomi yang tidak menentu ini, usahanya mengalami penurunan bahkan terancam ditutup dalam waktu yang segera mungkin, dia mengalami kebingungan yang amat sangat, saya berpendapat bahwa masalah krisis itu bukan saja berdampak kepada dirinya saja, tetapi juga menyita perhatian khususnya para praktisi usaha.

Beritanya sangat mudah ditemukan di media cetak, elektronik televisi, radio maupun berbagai situs internet, setiap hari, ya, hampir setiap hari tentunya, memberitakan krisis ekonomi yang kian merosot tajam, hal tersebut bukan saja di negeri yang kita cintai ini, bahkan krisis ini mendunia. Bukan saja perusahaan yang bergerak di perbankan yang terkena dampak langsung, juga perusahaan otomotif, manufaktur, tambang, real estate, dan lainnya yang berskala raksasa bisnis, sebutlah perusahaan besar seperti Citibank, general motor, ford, Volkswagen, lehmann brothers, dan lainnya.

Tak lepas juga , berdampak kepada perusahaan lokal di negeri yang kita cintai ini, dari perusahaan berskala kecil maupun besar, hal ini membuat gusar para direksi dan pemegang saham, dan juga memunculkan kekhawatiran ancaman PHK maupun dirumahkan bagi ribuan pegawai yang bernaung di perusahaan tersebut.

Begitu banyak analisa pakar ekonomi, ditinjau dari angka demi angka, asumsi demi asumsi, bahwa waktu pemulihannya memakan waktu satu hingga tiga tahun, waktu yang relatif lama untuk proses pemulihan, dan inipun menjadi kekawatiran para pekerja yang telah dan akan terancam di PHK, karena dana kompensasi yang mereka peroleh dari hasil PHK hanya cukup untuk menutupi kebutuhan sekian bulan saja, dan bagaimana selanjutnya hidup mereka, ini menjadi beban kehidupan yang berat. Bila krisis ini tak terselesaikan dalam waktu dekat maka para analis memprediksikan bukan saja krisis ekonomi yang terjadi lebih dasyat, juga akan merambat kepada krisis politik maupun sosial, mengerikan sekali…

Begitulah krisis bila melanda…

Tahukah anda, bahwa kelapangan dan kesempitan akan selalu datang silih berganti dan selalu di jumpai oleh setiap generasi, ingatkah anda resesi yang terjadi di tahun 1998, krisis politik maupun ekonomi terjadi di negeri ini, betapa banyak perusahaan yang mengalami pailit ataupun resesi, berhasilkah mereka melewatinya? Apakah setelah itu dunia usaha mati dan tenggelam? Toh dunia usaha tetap berjalan paska krisis tersebut , pemulihannya ada yang mengalami hanya bilangan bulan saja, bahkan ada yang membutuhkan bilangan tahun dalam pemulihannya, tapi tetap saja setelah masa itu semua orang mendapati kadar rezekinya masing masing..

Selain era 1998 dinegeri ini, terjadi juga di waktu sebelumnya, yaitu pada tahun 1960-an, tak jarang pemandangan sehari hari, rakyat negeri ini antri beras, antri bahan pokok, bahkan terjadi pemotongan nilai mata uang, pada saat itu drastis terjadi perubahan peta bisnis di Indonesia, banyak perusahaan berskala besar rontok, tetapi tak sedikit beberapa perusahaan baru muncul menggantikan generasi sebelumnya sebagai motor penggerak perekonomian. Toh tetap saja setelah masa itu semua orang mendapati kadar rezekinya masing masing.

Di amerika pun selain di tahun 2008 ini, pernah mengalami permasalahan krisis ekonomi sekitar tahun 1930-an, begitupun di jepang, eslandia, jerman, dan berbagai negeri lainnya dengan tingkat pengaruh yang berbeda beda, bahkan krisis ini juga menimpa pula zaman para Rasul, lihatlah kisah Nabi Yusuf as dalam menghadapi tujuh tahun masa paceklik, zaman Nabi Musa , begitupun zaman Nabi Muhammad SAW, mereka para Rasul Allah pun tak terlepas menghadapi masa masa sulit di perjalanan hidupnya. Toh tetap saja setelah masa itu semua orang mendapati kadar rezekinya masing masing.


Begitulah dunia, silih berganti, lapang dan serba keterbatasan datang dan pergi…karena konsep hidup tidak pernah menjelaskan bahwa indikator sukses itu adalah kaya, dan hidup ini bukan untuk meraih dan menikmati kekayaan atau hidup pasrah dengan kemiskinan, hidup ini bukan hanya mencari makan dan minum, hidup ini punya arti yang lebih, berbahagialah anda sebagai muslim, karena konsep hidup dalam Islam sangat jelas, hidup itu adalah perjuangan , hidup itu merupakan sarana aktualisasi aqidahnya, hidup itu adalah berjuang untuk kepentingan aqidahnya dan bukan sebaliknya, hidup itu hanyalah wasilah atas implementasi konsep Ibadah kepadaNYA dalam arti yang total, senang dan susah semuanya ujian, dan sukses dari ujian tersebut adalah penghuni SurgaNYA.

Jadi bagi seorang muslim, yakinlah krisis ekonomi itu adalah hal yang BIASA. Dia akan hadir di tengah tengah kita. Dia akan menjadi bahagian episode kehidupan kita, dia akan menjadi ujian agar kita bisa meloncat dan berlari lebih cepat dari sebelumnya, ujian itu bisa membuat kita terjatuh, gagal, lalu bangkit kembali. Dan kita yakin bahwa sifatnya ujian itu hanyalah sesaat waktu, tidak akan selamanya badai itu berlangsung, dia akan normal kembali, ingatlah malam pun PASTI selalu berganti dengan siang hari.

Individu muslim harus menyadari dalam menghadapi ujian ini bahwa permasalahan bukanlah terletak pada posisi lapang maupun sempit , tetapi dia harus mempersiapkan kesabaran di kala susah, dan banyak bersyukur di kala lapang, dan di setiap waktunya dalam kondisi apapun selalu ada usaha untuk peningkatan keimanan dan amal sebagai aktualisasi keyakinan aqidahnya. Dan dia merasa bahagia karena dia yakin ujian ini terjadi juga karena kehendak Allah SWT, dan dia yakin pula bahwa hanya Allah lah tempat dia berharap agar membebaskan dirinya dari permasalahan ujian ini.

“Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (lauh Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah. (Kami jelaskan yang demikian itu) supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikanNYA kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri” (QS 57:22-23).

Begitulah Al Quran menjelaskan bagaimana seharusnya muslim bersikap, dan benarlah juga apa yang di sampaikan Umar bin Khattab, ‘’Demi allah, selama Aku masih menjadi muslim, aku tidak akan pernah peduli dengan keadaanku.’’

Dan juga teringatlah sebuah kisah sahabat Nabi bernama Abdurrahman bin Auf, dia adalah saudagar kaya raya di kota Mekah, beliau termasuk golongan awal yang tersentuh dengan dakwah yang di bawa oleh Rasul SAW. Pada saat di perintahkan untuk berhijrah menuju Madinah, beliau dengan bersegera meninggalkan seluruh hartanya di kota Mekah, beliau begitu militan dalam mengikuti intruksi keimanannya, tak ada rasa sayang dan khawatir terhadap perniagaannya yang telah di kelolanya sekian tahun. Akibat dari keyakinannya saat itu , dia pun mengalami jatuh pailit seketika , buat dia, harta yang melimpah tak ada artinya di banding nilai keimanan yang harus dia pertahankan, walau setelah hijrah tersebut dia tidak memiliki apapun walau seorang isteri pun (penulis tidak menemukan literatur kisahnya apakah beliau sudah beristeri atau tidak sewaktu di Mekah).

Setelah beberapa waktu di madinah, suatu hari, seorang sahabat Anshar bernama Said bin Rabi berkata kepadanya, “ Saudaraku, bagianmu setengah dari harta kekayaanku, aku memiliki dua rumah, engkau bebas memilihnya, aku juga memiliki dua isteri, engkau pun bebas memilih salah satu yang engkau suka.

Abdurrahman bin Auf tidak tertarik dengan tawaran itu, dia tidak ingin menjadi beban saudara seimannya, sambil berkata, “ Terima kasih, semoga Allah memberkati keluarga dan harta kekayaanmu. Aku hanya ingin engkau menunjukkan di mana letak pasar. Aku seorang pedagang.”

Benar saja, selang beberapa tahun kemudian, Abdurrahman bin Auf sudah menjadi orang terkaya di kota Madinah. Bahkan nilai kekayaannya lebih banyak dari harta yang ditinggalkan di Mekah, inilah hasil sebuah keyakinan, beginilah Allah mengganti apapun pengorbanan hambaNYA yang yakin. Dalam sejarah , terukir indah bahwa harta kekayaannya itu menjadi pendukung utama dalam perjuangan Islam masa itu, dan tak pernah habis hingga beliau wafat.

Begitulah rekanku , sejarah indah telah terabadikan, masa lapang dan sempit itu akan selalu berulang dengan berbagai sebab dan kadar pengaruhnya, dan kisah kisah tersebut selalu menjadi penguat keimanan dan pelajaran bagi yang berupaya memahaminya.

Saat ini, bila anda mengalami kebangkrutan, kefakiran, tertimpa paceklik, jatuh miskin, jangan terlalu lama bersedih. Segeralah bangkit, teruslah berikhtiar dan perkuat keyakinan, sekali lagi kehidupan ini bukan hanya untuk makan dan minum, ada tugas yang lebih mulia yang harus kita implementasikan. Hilang dan berkurangnya harta itu biasa, tapi janganlah hilang keyakinan dan kurangnya beramal soleh, justru keyakinan dan amal soleh tersebut harus di perkuat walau kondisi serba terbatas. Niscaya dan yakinlah siapa tahu Allah akan memberikan jalan keluar dan mengganti yang jauh lebih baik dari apa yang anda miliki sebelumnya.
sumber: eramuslim.com
mmnasution@eramuslim.com

Sabtu, 12 November 2011

Iklan: Pusat Game Voucher Elektrik

Kami perusahaan penyedia sistem pembelian voucher game online menyediakan semua voucher game online (gemscool, lyto, megaxus, cabal, rose online, play on, wave game, dll)

- Sistem pembelian melalui situs http://komunitasvoucher.blogspot.com (sistem elektrik atau saldo, BUKAN Voucher fisik)

- Diskon 6% (voucher 100 rb kami beri harga 94000, voucher 10rb kami beri harga 9400, dst)

- CUKUP dengan 100rb rupiah anda dapat memperoleh akses ke situs kami dan dapat langsung melakukan transaksi.

- CUKUP dengan 100rb anda dapat berbelanja SEMUA jenis voucher game online, untuk nominal berapapun, dengan kata lain anda tidak perlu lagi menyimpan stok.

- Sistem pembelian sangat mudah, aman, dan praktis dengan design khusus yang memang diperuntukan untuk warnet (bukan user), serta dilengkapi dengan sistem pembukuan dan laporan keuangan.

- Jika anda memiliki keluhan atau masalah, kamu juga menyediakan costumer service yang selalu sedia melayani anda 

Prosedur:

- Bagi anda yang berminat, kami akan langsung datang ke tempat anda (KHUSUS DAERAH CIREBON dan sekitarnya).....
- Luar Daerah Cirebon Via YM cirebonwong@yahoo.co.id
- Untuk informasi lebih lanjut silakan hubungi :

085923105358-MASDIAR-

Ngapain Punya Berwirausaha Kalo ga Kaya, Melimpah dan Bahagia

(oleh-oleh: Acara preview “PILLAR Business Accelerator”) Berwirausaha adalah gabungan dari Knowledge, Skill dan Passion dan untuk menjadi Sukses, seorang Entrepreneur harus memiliki ketiga sisi tersebut. Untuk itu hari Sabtu 23 Agustus 2008 saya memutuskan untuk hadir pada acara preview PILLAR guna mengupgrade sisi KSP tersebut.Salah satu ilmu yang saya dapatkan adalah konsep “RICH” Pillar, konsep ini bertujuan untuk meningkatkan “kekayaan” dalam berwirausaha. 

Konsep ini terdiri dari : 
R = Revenue (Omset) 
I = Net Income (Profit) 
C = Cashflow 
H = Hight Independence (Passive Income) 

 Adapun cara untuk meningkatkan Revenue atau omset adalah : Value Added, caranya adalah dengan 
“USP” 
  1. Ultimate Advantage/ Keunikan 
  2. Sensational Over ( Orang merasakan nilai tambah, contohnya “ Beli Pulsa dapat Handphone”) 
  3. Powerfull Promise ( Tepati Janji-janji yang dibuat, misalnya: Garansi Uang kembali jika Barang tidak sampai ditempat. Ingat jangan mudah membuat janji yang kita sulit untuk ditepati) 

Berikan Faktor Kali 
Salahsatu factor kali yang efektif adalah dengan berpromosi melalui media, namun harus tetap memperhatikan anggaran promosi yang ada. 

Rumus ( L x CR x $ x T ) 
untuk mendapatkan Omset yang besar kita harus meningkatkan Lead ( calon pembeli). Lead yang besar tidak cukup jika Conversion Rate ( Rate dari Calon pembeli yang akhirnya jadi Pembeli) nya kecil untuk itu kita harus meningkatkan Conversion Rate. Lead, CR yang tinggi juga tidak cukup apabila Dollar pertransaksinya ($) sedikit, dan terakhir kita harus meningkatkan Kuantitas transaksi atau merangsang pembeli untuk terus berbelanja ditempat kita. 

Bentuk Costumer 
Metamorfosis customer kita yang tadinya Prospect Buyer => Buyer =>Repeat order => Massive Buyer => Loyal Buyer =>WOM ( Word of Mouth) 

Sedangkan untuk meningkatkan Profit jurusnya adalah : Margin x Volume Efisiensi Apalah artinya mega-profit tapi kalau kita tidak melakukan efisiensi didalam berwirausaha. 
Ciri-ciri orang yang kurang (tidak) melakukan efisiensi adalah mengeluh “Perasaan bulan ini keuntungan saya besar deh, tapi kok uangnya hilang begitu saja atau tidak seperti bayangan”. 

Pedoman untuk mengelola Cash Flow adalah : Pada saat akan membeli asset usahakan memilih Good Asset bukan Bad Asset. Good asset itu mudahnya adalah asset yang akan menambahkan penghasilan bukan yang malah menambah pengeluaran. Kalau ingin berhutang pilihlah Hutang baik, minimalkan utang pribadi tapi kalau untuk berwirausaha dan kita yakin akan memberikan lompatan baik untuk berwirausaha maka Jangan ragu-ragu..ambillah. 

Pedoman untuk memiliki Passive Income adalah : Passive income sendiri artinya adalah kita punya berwirausaha sendiri tapi independent. Maksudnya independent adalah berwirausaha kita akan tetap berjalan dan melahirkan keuntungan/kekayaan tanpa kehadiran diri kita. Besaran passive income yang dianjurkan adalah 3 kali uang yang dibutuhkan untuk memenuhi Gaya hidup. Mengapa harus 3 kali? Perhitungannya adalah 1 kali untuk kita sendiri , 1 kali untuk Saving dan 1 kalinya untuk Investasi. Acara ini memang menarik dan saya bersyukur bias menghadirinya. Berhubung acara ini hanya sebatas Preview maka teknis detailnya tidak dijelaskan, apabila ingin mengetahuinya silakan untuk mengikuti kelas PILLAR. Sejujurnya saya sangat ingin mengikuti kelas tersebut namun berhubung kondisi keuangan berwirausaha dan pribadi yang tidak cukup maka dengan berat hati yang meng’cancel” niatan tersebut. Begitu menariknya acara tersebut sampai sekarang pun saya masih berharap bias ikut kedalam kelas tersebut. Ya Allah permudahkanlah rezeki Hamba agar hamba bias mengikuti kelas Pillar sehingga berwirausaha saya bias maju dan saya bias berkontribusi lebih kepada umat..Amiin

http://tikak.com/ngapain-punya-bisnis-kalo-ga-kaya-melimpah-dan-bahagia/

Ibu Rumah Tangga Berwirausaha Yuk !!!

Hakekat seorang wanita berumahtangga adalah untuk berbakti kepada suami dan membesarkan dan mendidik anak-anaknya. Oleh karena itu sebagian besar suami melarang istrinya untuk bekerja diluar/kantor. Bagi suami yang memiliki gaji yang besar mungkin hal tersebut tidak menjadi masalah namun buat suami yang penghasilannya pas-pasan mungkin hal ini bisa menyebabkan kebutuhan sehari-hari keluarga kurang terpenuhi. Untuk membantu nafkah keluarga sudah selayaknyalah seorang ibu rumahtangga pun harus memulai berbisnis/wirausaha. 
Berdasarkan kiat yang dilakukan oleh istri saya setidaknya ada beberapa hal yang harus diperhatikan bagi ibu rumahtangga yang ingin memulai berbisnis dari rumah : 
  1. Keluarga ( suami dan anak) adalah prioritas pertama, ingat tujuan awal mengapa ibu berada dirumah yaitu untuk berbakti kepada keluarga. Anggaplah keluarga sebagai “pelanggan pertama dan yang paling utama”. 
  2. Ibu bisa memulai usaha dari hobi ataupun keahlian. Dengan hobi kita tidak merasa tertekan/terbebani karena dilakukan dengan senang hati dan relatif tidak memerlukan biaya tinggi. 
  3. Mulai dari kecil dan sekarang juga, maksudnya mulailah usaha anda dari modal yang anda miliki sekarang dan jangan terlalu banyak pertimbangan/menghitung resiko. Jika anda sekarang memiliki modal Rp.100.000,- mulailah cari bisnis yang bisa dengan modal Rp.100ribu. Jangan menunda-nunda hingga modal anda banyak. Misalkan dengan uang 100rb tersebut anda hanya bisa membuka usaha nasi uduk didepan rumah maka lakukanlah jangan menunggu hingga uang anda cukup untuk membuka warung nasi uduk didepan jalan raya. 
  4. Catat semua pemasukan dan pengeluaran dari hari kehari. Tujuan pencatatan ini selain untuk tertib administrasi juga sebagai cara untuk melihat kondisi keuangan apakah hari ini untung atau rugi. Apabila untung maka kita akan bertambah semangat menjalankan bisnis dihari selanjutnya namun apa rugi kita bisa langsung mengevaluasi penyebab dari kerugian tersebut guna melakukan perbaikan dihari esok. 
  5. Pisahkan antara Uang Pribadi dan uang bisnis. Kita dituntut untuk disiplin memisahkan mana yang uang belanja pribadi dan mana yang uang belanja usaha. Selain itu sebagai pelaku bisnis kita juga jangan terburu-buru mengambil keuntungan bisnis untuk kepentingan pribadi. Sebaiknya kita hanya mengambil 30% dari keuntungan hasil usaha dan itu juga dilakukan sebulan sekali. Akan lebih baik lagi jika semua keuntungan bisnis uangnya kita putar kembali. Sebagai contoh dari modal 100rb yang anda gunakan untuk jualan nasi uduk mengalami keuntungan dan pada akhir bulan uang anda menjadi 500rb tapi bukan berarti uang yang 400ribu bisa anda ambil untuk kebutuhan pribadi. Ingat kita hanya boleh mengambil 30% dari keuntungan yaitu 120ribu dan sisa uangnya kita putar kembali misalkan dengan menambah variasi menu Lontong sayur sehingga bulan depannya anda tidak hanya jualan nasi uduk tapi anda juga jualan lontong sayur dan harapannya diakhir bulan keuntungan bertambah banyak. 
  6. Jagalah kredibilitas, Anda harus menjaga kredibilitas anda dimata customer baik itu dengan menjaga kualitas barang, berlaku jujur, menjaga kepercayaan, memenuhi janji dan lain-lain. Apabila sekali saja anda merusaknya dan diketahui orang maka tunggulah kehancuran bisnis anda. 
  7. Pantang menyerah dan tetap optimis. Jangan pernah menyerah, jangan berputus asa ketika menemui kegagalan. Pastinya ada hikmah atau jalan keluar dan akhirnya ada kesuksesan dari kegagalan sebelumnya. 
  8. Kreatif dan inovatif. Salah satu keberhasilan dalam usaha ditentukan oleh daya kretifitas dan inovasi kita sebagai pelaku bisnis. Sebuah jilbab polos jika kita jual harganya hanya Rp.10.000,- tapi dengan kreativitas yang dimiliki setelah diberi sulaman kecil/payet, harganya bisa naik hingga menjadi Rp.25.000,-. Adapun cara untuk mengembangkan kreatifitas adalah dengan banyak berdiskusi, bertanya kepada yang lebih ahli, dan melakukan studi banding. 
  9. Jangan bosan untuk belajar. Seperti yang telah diuraikan diatas dengan ilmu yang bertambah dari proses belajar yang tidak bosan-bosan, kita bisa melakukan usaha yang dapat menghasilkan nilai tambah. 
  10. Banyak beribadah dan berdoa. Sepandai-pandainya dan secanggih-cangihnya strategi bisnis kita apabila tidak diberkahi dan diridhoi oleh Allah SWT maka mustahil bisnis yang kita lakukan akan sukses. Salah satu cara agar diridhoi oleh Allah SWT adalah dengan meniatkan usaha yang kita lakukan sebagi wujud ibadah dan banyak-banyak berdoa. 
Semoga kiat ini bisa membantu ibu-ibu rumahtangga yang ingin memulai berbisnis dirumah.

Pengalaman Bisnis Dari Nol

Hmm bingung juga mau nulis apa, cari reffrensi yang asyik apa yah? Daripada bingung lebih baik saya search di Google lumayan dari pada lumanyun bisa nyomot dari berbagai artikel. Hmm tapi akhirnya saya menemukan artikel bagus buat para wirausahawan pemula. Ya sudah baca saja yuk ....

Terus terang sebagai seorang karyawan rendahan, saya juga memiliki impian ingin memiliki rumah idaman, mobil untuk berekreasi bersama keluarga, naik haji dengan istri dan orang tua. Wah… ngimpi disiang bolong! kata istriku. Pada waktu saya sadar dengan kondisi saya, bagaimana mungkin bisa memiliki impian-impian tersebut jika mengandalkan gaji saya sebagai seorang staf bawahan. Saya harus berbisnis…!!!! Tapi hati ini bergumam… tapi gimana caranya…kalo rugi gimana?

Saatnya Bersungguh-sungguh Memikirkan Wira Usaha

Kebutuhan sehari-hari yang semakin menggila harganya akibat situasi ekonomi-politik-sosial tidak pasti, membuat ekonomi rumah tangga kalang kabut. Aneh tapi langka bila kondisi rumah tangga tenang-tenang saja di tengah situasi seperti ini.

Bagi rumah tangga pas-pasan pasti morat-marit akibatnya. Anak-anak yg sedianya berhak atas uang saku sekolah Rp 5.000,-, bisa jadi harus dikurangi menjadi 3.500,- karena sang ibu harus belanja kebutuhan sehari-hari yang tidak terkejar.

Bila saat ini penghasilan anda tidak mencukupi ada baiknya sekarang membutuhkan penghasilan baru dengan membuat usaha dari rumah. Di sinilah pentingnya membangun ekonomi berbasis rumah tangga, setidaknya sekedar menambah penghasilan utk mencukupi kebutuhan sehari-hari. Bagi orang tua yang sudah memperoleh amanat berupa anak-anak, hidup bukan lagi mengejar kekuasaan atau harta berlimpah ruah. Yang paling utama adalah kebutuhan sehari-hari tercukupi.

Di sinilah kunci utama bagaimana kita akan berbagi selama masih ada kesempatan untuk saling membantu dan tolong-menolong menghidupkan ekonomi rumah tangga untuk menghidupkan roda kehidupan rumah tangga berbasis kerumahtanggaan.



Minggu, 06 November 2011

Strategi Sukses Bisnis Sembako

Sembako merupakan bahan yang selalu dicari oleh semua orang karena merupakan mebutuhan primer. Namun demikian, karena banyak orang yang memiliki bisnis yang sama maka anda harus lebih aktif dan kreatif dalam menjalankan usaha. Aktif dalam arti Anda harus berusaha membuat banyak orang tahu tentang usaha Anda. Kreatif adalah dalam melakukan promosi penjualan, transaksi penjualan dan pelayanan penjualan.

Anda dapat menjalankan beberapa tips dan trik berikut ini: